Warning...!!! Isi di blog ini bisa menyebakan Serangan pada Jantung anda sehingga detak jantung anda berdegup keras, Sesak Nafas menahan Birahi serta kaku dan Kejang-kejang di bagian Otot Sensistif anda. siapkanlah selalu seperti tisyu dan handuk di dekat anda.

Prolog

Konjungi Forum JC3 : lebih lengkap dan lebih update

http://www.jc-three.com


cewek bugil, koleksi gambar bugil, Video Bokep 3GP, Video Bugil, Foto Bugil,Video 3gp ngentot dan video 3gp sekandal anak SMA, sekandal Anak SMP, ngentot di kebon ngentot di sungai, sekandal karyawan, pengusaha,
pasangan muda muda, suami istri, rekaman video pribadi, ngentot di kantor, video bokep 3gp spesialnya adalah Video 3gp Ngentot anak sekolah.Girl Naked, Naked image collection, Video Blue Film 3GP, Video Naked, Foto Naked, Video 3gp Make Love video 3gp sekandal and high school children, junior sekandal Children, Make Love in Make Love in the river bed, sekandal employees, businessmen, young couples young couple, personal video recording, in the office Make Love, Blue Film 3gp video is spesialnya Video 3gp school girl Make Love.

Rabu, 02 September 2009

Tukar pasangan di vila’

Tukar pasangan di vila’
-------------------------
Karya : ines;
Suatu hari pak Beni mengajak ke 2 balitanya berlibur kerumah neneknya diluar kota untuk beberapa hari. aku tidak diajak. Tahu bahwa abangnya tidak mengajak aku ikut berlibur, mas Budi senyum2 saja kepadaku, "Nes, ada kesempatan nih. Mas Beni pergi dengan anak2 dan kamu gak ikut. Kita juga liburan yuk", ajaknya. "Mau kemana mas", tanyaku. "Temenku, Adi, ngajak ke villanya. Dia mau ajak ceweknya, Santi. Kamu ikut ya. Kita have fun lah disana. Mau kan", katanya sambil tersenyum. Aku hanya tersenyum dan mengganggukkan kepala.

Sorenya, mas Adi datang menjemput. Aku diperkenalkan ke mas mas Adi dan dia
memperkenalkan Santi ke mas Budi dan aku. Mas mas Adi ganteng juga. Santi, montok banget. Masih abg banget, kayanya lebih muda dari aku. Manis juga anaknya, mengenakan jeans ketat dan tank top yang juga ketat sehingga menonjolkan lekuk liku badannya yang merangsang. Tangannya berbulu panjang dan terlihat ada kumis tipis diatas bibir cewek itu. Pasti jembutnya lebat sekali dan cewek yang kaya begini yang disukai cowok2. Aku mengenakan blus dan rok mini. mas Adi tampak
mengagumi keseksianku walaupun ada cewek yang gak kalah montok disebelahnya. Memang aku mengenakan blus yang belahan dadanya rendah sehingga belahan toketku menyembul keluar. "Berangkat yuk", kata mas mas Adi. "Nes, mas Adi dari tadi ngeliatin kamu terus tuh" kata mas Budi berbisik."Ah.. Masa sih" jawabku tertawa. "Iya tuh.. Lihat aja di kaca spion". Memang terkadang mas Adi melirik kaca untuk melihatku yang duduk di kursi belakang bersama mas Budi.Villanya tidak terlalu jauh. Karena sudah malem, kita mengisi perut dulu. Mas Adi membawa juga makanan dan minuman untuk camilan di vila. Sesampai di vila, hari sudah gelap. Langsung
berbagi kamar, masing2 dengan pasangannya. Setelah memasukkan barang bawaan ke kamar masing2, kita ngobrol ber 4 di ruang tamu. Mas Budi kayanya udah horny berat. Dia memelukku, mengelus2 rambutku dan pahaku yang tidak tertutup rok miniku yang tersingkap. Dia berbisik ngajak aku masuk kamar. Aku ngikuti aja. "Duluan ya", kata mas Budi kepada temannya

Di kamar, dengan ganas mas Budi segera memelukku dan mencium bibirku dan menjilati leherku. Belahan toketku diusap2nya, blusku dibukanya, sehingga aku hanya mengenakan bra yang tipis. Pentilku tampak menonjol, sudah mengeras. Perlahan dia menciumi toketku. Aku mulai mendesah perlahan ketika pentilku dihisapnya dari balik braku. Setelah puas menikmati toketku, dia menciumku kembali. "Kamu gantian dong, hisap k ontolku" katanya lagi. Kubuka retsleting celananya sekaligus dengan CDnya, sehingga k ontolnya yang sudah tegang membengkak mencuat keluar. k ontolnya mulai kukocok-kocok perlahan. Dia mendorong kepalaku ke arah k ontolnya. "Isep Nes", desahnya ketika mulutku mulai mengulum kepala k ontolnya. k ontolnya
kukocok2 perlahan. "Nikmat Nes" erangnya. Dia menyibakkan rambut yang menutupi wajahku. "Terus Nes, enak banget, " katanya lagi. Akupun mengeluarkan k ontolnya dari mulut dan mulai menjilatinya. Kemudian k ontolnya kujejalkan dalam mulutku. Dia mengelus-elus rambutku, ketika mulutku memompa k ontolnya. Dia sudah sangat bernapsu sekali. Rok dan cd ku dilepasnya sehiongga aku telah bertelanjang bulat. Dia duduk dikursi dan aku disuruhnya duduk di atas pangkuannya sambil menghadap memunggunginya. Dia melepaskani baju yang tersisa. Dia menciumi pundakku, dan mengarahkan k ontolnya yang sudah berdiri tegak ke n onokku. "Ohh mas,
besarnya. Enak, ahh, entotin Ines mas", desahku. Dia mengenjotkan k ontolnya keluar masuk n onokku, gerakannya terbatas karena aku ada pangkuannya. Toketku yang berayun-ayun seirama enjotannya diremasnya. "Ohh, Mas, Enak Mas, Enjot terus mas" kataku sambil melingkarkan tanganku ke belakang merengkuh kepalanya. Dia menciumku bibirku sebentar dan kemudian menghisap toketku sambil terus mengenjot n onokku. "Ohh mas, enak banget, besar banget" eranganku semakin menjmas Adi, dan tak lama aku pun menjerit. Tubuhku menggelinjang-gelinjang
dalam dekapannya. Tak lama, diapun mengerang nikmat ketika ngecret dalam n onokku. Kamipun melepas lelah sejenak sambil berciuman kembali. "Enak ya Mas" kataku.

Aku masuk kekamar mandi yang menjadi satu dengan kamar tidur. Selang beberapa saat aku keluar lagi hanya mengenakan lilitan handuk dibadanku tanpa pakaian lainnya lagi. "Udah siap lagi ya Nes", mas Budi menggangguku. "Iyalah mas, kan kita kesini untuk ngentot. Kata mas mau ngentotin Ines sampe 4 kali", jawabku. Belahan dadaku sedikit tersembul dibalik handuk yang menutup dada serta pahaku. Melihat itu sepertinya dia napsu lagi. Luar biasa juga staminanya, gak puas2nya dia ngentoti aku. k ontolnya sudah berdiri tegang. Dia berbaring di ranjang. "Mas, ngelihatnya kok begitu amat sih ?" kataku. "Nes, sudah malam nih, kita tidur saja" katanya."Mau
tidur atau nidurin Ines mas", godaku. "Tidur setelah nidurin kamu lagi dong", jawabnya. Aku berbaring disebelahnya, segera lilitan handukku dilepaskannya sehingga telanjang bulatlah aku. Toketku dielus2nya. "Nes, kamu seksi sekali, mana binal lagi kalo lagi dientot. Kalo mas Beni dan anak2 pergi melulu, aku bisa ngentotin kamu tiap malem", katanya merayu. Aku hanya tersenyum, tidak menjawab rayuannya. Elusan tangannya di toketku berubah menjadi remasan remasan halus.
"Mas ", aku memeluknya. Dia memelukku juga serta mencium bibirku. Dia begitu menggebu gebu melumat bibirku, kujulurkan lidahku kedalam mulutnya. Nafasku menjadi cepat serta tidak beraturan. Setelah beberapa saat kami berciuman, aku menggeser badanku sehingga sekarang sudah berada di atas badannya. Dia semakin ganas saja dalam berciuman. Dia memeluk badanku rapat2 sambil menciumiku.

Kemudian aku menciumi lehernya dan terus turun kearah dadanya. Dia berdesis "Nes, sshh". Aku terus menciumi badannya, turun ke bawah dan ketika sampai disekitar pusarnya, kucium sambil menjilatinya sehingga terasa sekali k ontolnya kian menegang. "Nes, aduuh" dan aku secara perlahan terus turun dan ketika sampai disekitar k ontolnya, kucium dan kuhisap daerah sekelilingnya termasuk biji pelernya. "Sshh, Nes" katanya lagi. k ontolnya sudah ngaceng keras sekali, mengacung ke atas. Kupegang k ontolnya dan kukocok pelan pelan. k ontolnya kumasukkan kemulutku. "Aahh", teriaknya keenakan. Aku segera menaik turunkan mulutku pelan2 dan sesekali kusedot dengan keras. "Nes, enaak. Ayo dong Nes. Sini, aku juga kepingin" , katanya sambil menarik badanku. Aku mengerti kemauannya dan kuputar badanku tanpa melepas k ontolnya dari mulutku. Posisi nya sekarang 69 dan aku berada diatas badannya. n onokku yang dipenuhi jembut yang lebat dijilatinya. Aku menggelinjang setiap kali bibir n onokku dihisapnya. Dengan mulut yang masih tersumpal k ontolnya aku bergumam. Dia membuka belahan n onokku pelan2 dan
dijulurkannya lidahnya untuk menjilati dan menghisap hisap seluruh bagian dalam n onokku. Kulepas k ontolnya dari mulutku sambil mengerang, "mas, ooh", sambil berusaha menggerak gerakkan pantatku naik turun sehingga sepertinya mulut dan hidungnya masuk semuanya kedalam n onokku. "Maas, terus maas" Apalagi ketika i tilku dihisap, aku mengerang lebih keras "maas, teeruuss". i tilku terus dihisap hisapnya dan sesekali lidahnya dijulurkan masuk kedalam n onokku. Gerakan pantatku semakin menggila dan cepat, semakin cepat dan akhirnya Mas, aku nyampee", sambil menekan pantatku kuat sekali kewajahnya. Aku terengah engah. Perlahan lahan dia menggeser badanku kesamping sehingga aku tergeletak di tempat tidur. Dengan masih terengah2 aku memanggilnya, "Mas peluk Ines, maas" dan segera saja dia memutar posisi badannya lalu memelukku dan mencium bibirku. Mulutnya masih basah oleh cairan n onokku. "Maas",kataku dengan nafas nya sudah mulai agak teratur. "Apa Nes"sahutnya sambil mencium pipiku. "Maas, nikmat banget ya dengan mas, baru dijilat saja Ines sudah nyampe", kataku manja. "Nes sekarang boleh gak aku… ", sahutnya sambil meregangkan kedua kakiku.

Mas Budi mengambil ancang2 diatasku sambil memegang k ontolnya yang dipaskan pada belahan n onokku. Perlahan terasa kepala k ontolnya menerobos masuk n onokku. Dia mengulum bibirku sambil menjulurkan lidahnya kedalam mulutku. Aku menghisap dan mempermainkan lidahnya, sementara dia mulai menekan pantatnya pelan2 sehinggga k ontolnya makin dalam memasuki n onokku dan blees, k ontolnya sudah masuk setengahnya kedalam n onokku. Aku berteriak pelan "aahh maass"sambil mencengkeram kuat di punggungnya. Kedua kakiku segera kulingkarkan ke punggungnya, sehingga k ontolnya sekarang masuk seluruhnya kedalam n onokku. Dia belum menggerakkan k ontolnya karena aku sedang mempermainkan otot2 n onokku sehingga dia merasa k ontolnya seperti dihisap hisap dengan agak kuat. "Nes, terus.Nes, enaak sekalii, Nes", katanya sambil menggerakkan k ontolnya naik turun secara pelan dan teratur. Aku secara perlahan juga mulai memutar mutar pinggulku. Setiap kali k ontolnya ditekan masuk kedalam n onokku, aku melenguh "sshh maass", karena kurasakan k ontolnya menyentuh bagian n onokku yang paling dalam. Karena lenguhanku, dia semakin terangsang dan gerakan k ontolnya keluar masuk n onokku semakin cepat. Aku semakin keras berteriak2, serta gerakan pinggulku semakin cepat juga. Dia semakin mempercepat gerakan k ontolnya keluar masuk n onokku. Aku melepaskan jepitan kakiku
di pinggangnya dan mengangkatnya lebar2, dan posisi ini mempermudah gerakan k ontolnya keluar masuk n onokku dan terasa k ontolnya masuk lebih dalam lagi. Tidak lama kemudian kurasakan rasa nikmat yang menggebu2, kupeluk dia semakin kencang dan akhirnya "ayo mass, Ines mau keluar maas". "Tunggu Nes, kita sama sama", sahutnya sambil mempercepat lagi gerakan k ontolnya. "Aduhh maas, Ines nggak tahaan, maaas, ayoo sekarang", sambil melingkarkan kembali kakiku di
punggungnya kuat2. "Nes, aku jugaa", dan terasa creeeeeeet…creeeeeet… crrreeettt..pejunya muncrat keluar dari k ontolnya dan tumpah didalam n onokku. Terasa dia menekan kuat2 k ontolnya ke n onokku. Dengan nafas yang terengah engah dan badannya penuh dengan keringat, dia terkapar diatasku dengan k ontolnya masih tetap ada didalam n onokku. Setelah nafasku agak teratur, kukatakan didekat telinganya "Mas, terima kasih ya. Ines puas banget barusan," sambil kukecup telinganya. Dia tidak menjawab atau berkata apapun dan hanya menciumi wajahku.
Setelah diam beberapa lama lalu aku diajaknya membersihkan badan di kamar mandi dan terus tidur sambil berpelukan.

Paginya aku terbangun kesiangan. Mungkin karena cape dientot aku tidur dengan pulas. Ketika terbangun dia sudah tidak ada disebelahku. Aku ke kemar mandi, membasuh muka dan sikat gigi, kemudian dengan bertelanjang bulat aku keluar kamar. Mas Budi sedang ngobrol dengan mas Adi dan Santi. Aku segera masuk ke kamar lagi, walaupun mas Adi sempat ternganga melihat kemolekan badanku yang telanjang. Aku mengenakan kimono punya mas Budi, sehingga kebesaran. Aku bergabung dengan mereka dimeja makan. Aku mengambil roti dan membuat kopi,
yang lainnya kelihatannya sudah selesai sarapan. Mereka menemaniku sarapan sambil ngobrol santai. Kayanya Santi centil banget ngobrolnya dengan mas Budi. Setelah aku selesai sarapan, mas Adi mengajak berenang. Segera aku mengenakan daleman bikiniku. Mas Adi makin menganga melihat jembutku yang nongol dari balik CD minimku. "Nes, jembutnya lebat sekali", katanya. "Suka kan mas ngeliatnya", jawabku. "Jembut Santi juga pasti lebat, lebih lebat dari jembutku". Santi sudah memakai bikininya juga. toketnya yang montok tidak tertutup oleh bra bikininya yang kekecilan, dan jembutnya benar lebih lebat dari jembutku, nongol dari samping dan
atas CD bikininya yang sangat minim, lebih minim dari CDku. Mas Budi kayanya napsu banget lihat bodinya Santi. Aku mengerti sekarang skenarionya, kayanya mas Budi mau ngentot dengan Santi dan aku akan dientot mas Adi. Kulihat mas Adi menelan ludahnya memandangi bodiku. Mas Budi hanya memakai celana pendek dan kelihatan sekali k ontol besarnya sudah ngaceng dengan keras. Mas Adi melepaskan pakaiannya sehingga hanya mengenakan CD saja. k ontolnya juga sudah ngaceng, kelihatannya besar juga walaupun tidak sebesar k ontol mas Budi. Kami menuju ke kolam renang di kebun belakang. Ada 2 dipan, dan letaknya berjauhan, di masing2 sisi kolam. Aku memilih salah satu dipan. Mas Budi sudah mulai menggeluti Santi di dipan satunya. mas Adi duduk disebelahku yang sudah berbaring di dipan. Dia mulai mengelus2 pundakku. Aku tau, dia pasti sudah napsu sekali. Segera saja kuelus2 k ontol mas Adi dari luar CDnya, kemudian kuremas perlahan. "k ontol mas besar juga ya", kataku sambil makin keras meremas k ontolnya. Tanganku menyusup kedalam CDnya dan langsung mengocok2 k ontolnya. ngacengnya sudah keras banget.
"Aku lepas ya CD nya", kataku sambil memelorotkan CDnya. k ontolnya yang lumayan besar langsung ngacung keatas. Aku udah gak sabar pengen merasakan k ontolnya keluar masuk n onokku. Aku duduk dan memeluknya serta mencium bibirnya. Mas Adi langsung memelukku kembali, bibirnya pun menghisap2 bibirku sedang tangannya mulai meremas2 toketku yang sudah mengeras. Tangannya nyelip kedalam bra ku dan memlintir pentilku yang juga sudah mengeras. "Nes sudah napsu ya, pentilnya sudah keras. n onoknya pasti udah basah ya Nes", katanya lagi.
Sepertinya dia sudah pengalaman juga dalam urusan perngentotan. Aku mulai menyentuh dan mengelus k ontolnya "ya, pegang Nes" desisnya. Mas Adi sekarang yang berbaring sedang aku menelungkup diatasnya. k ontolnya mulai kujilat, kukocok sambil meremas biji pelernya. "Aku isep ya k ontol mas, gede juga" kataku sambil menurunkan kepalaku dan memasukkan k ontolnya ke mulutku. "Ohh sshh, nikmat banget Nes" erangnya. Aku menjilati kepala k ontolnya, kuisep sambil terus kukocok2. Sesekali kumasukan semua kedalam mulutku sambil kukenyot. "Oohh, enak
banget Nes" teriaknya keenakan. Aku berhenti menghisap k ontolnya tapi terus kukocok2."Isep lagi Nes, isep lagi, enak banget" katanya. Kembali k ontolnya kukocok sambil kupelintir pelan. "sshh, ohh, eennaakk bbannggett Nes. enak banget, terus Nes" desisnya. Aku terus melakukan aktivitas tanganku. "Nes isep lagi donngg.. jangan pake tangan aja..ayo donk Nes" pintanya memohon. Aku hanya tersenyum dan mulai menghisap lagi. Kali ini benar benar hot isapanku, kepalaku bergoyang
kekiri kanan dan naik turun berkali kali sementara tanganku terus mengocok dan memutar batang k ontolnya. "Nes aku mau keluarr nih" katanya. Badannya mulai menegang. Aku terus menghisap k ontolnya sambil terus memutar dan mengocok batang k ontolnya yang makin menegang keras. "Terus Nes, isep terus" jeritnya. Aku terus menghisap k ontolnya dan akhirnya "ccrreett.. ccrreett.. ccrreett..", pejunya muncrat dimulutku. k ontolnya terus kuhisap. Terasa dia ngecret 5 kali didalam
mulutku. pejunya kuludahkan dan kubersihkan mulutku yang belepotan sisa pejunya. Dia duduk disebelahku dan mencium pipiku "Makasih ya Nes, enak banget deh" katanya sambil mencium pipiku lagi. "Ya udah mas istirahat dulu, Ines mau ambil minum dulu, mas mau minum apa?" tanyaku sambil menuju dapur. "Apa aja deh, nanti juga aku minum" jawabnya. Aku kembali dengan dua gelas minuman dan sebotol besar air mineral. Aku dan dia minum sambil nonton mas Budi yang
sudah mulai ngentotin Santi. terdengar Santi teriak2 keenakan ketika k ontol besar mas Budi keluar masuk mengejot n onoknya. Mas Adi memeluk pinggangku serta mencium leherku. "Sshh" aku mendesis. Tangannya meraba toketku, diremasnya pelan. Aku terangsang, yang sudah mulai berkobar sejak aku ngisep k ontolnya, "Diremes2 dong mas, masa diraba doang sih" aku mulai mengerang.

Aku ditelentangkannya, bibirku dilumatnya. Aku balas mencium dengan penuh napsu. k ontolnya kuelus dan kukocok lagi, ternyata sudah ngaceng lagi. Dia terus meremas toketku dan mulai menjilati leherku lalu turun dan terus turun mencium belahan dadaku. "teruuss, buka braku mas, bbuukkaa!" kataku setengah berteriak. Dia terus turun menciumi badanku, dia menciumi n onokku dari balik CDku yang sudah basah karena lendir yang keluar dari n onokku. "aayyoo mas buka!" teriakku. Tapi dia terus menjilati kaki kiri dan pindah ke kaki kanan. Kembali dia mencium bibirku. Aku membalas ciumannya dengan penuh napsu. Dia menjilati telingaku. Pintar juga dia
merangsang napsuku. toketku kembali diremas2nya. Tangan satunya terus menggosok i tilku dari balik CDku. "Buka donk, sshh, Ines udah ngga tahan nih" desahku. Dia terus saja meraba, menjilat serta mencium toket serta n onokku. "Mas jahil ya" kataku sambil mencium bibirnya dengan hot. k ontolnya mulai ku remas dan kukocok. "Isep Nes. aku pengen diisep lagi" katanya sambil sedikit menarik kepalaku mendekati k ontolnya. Aku terus mengocok sementara mulut dan lidahku terus menghisap dan menjilat k ontolnya. Dia tidak tahan lagi, segera aku itelentangkannya, sambil mencium leher dan pundakku. toketku diremasnya dan tangan satunya meraba n onokku. "Ngentot yuk. Ines udah ngga tahan lagi" desisku. Dia menarik ikatan braku dan juga CDku. toketku langsung diisepnya "iisseepp pentilnya, maas" desahku. Kemudian tanganku mendorong kepalanya kebawah "Jilat n onok Ines mas" desahku keenakkan karena dia sudah menjilati i tilku dan menumpangkan kaki kiriku kepundaknya. Dia terus menjilati n onokku dan memasukan lidahnya dalam-dalam. "tteerruuss mas, yang dalem. Oohh Ines uuddaahh mmauu klluuaarr nniihh" jeritku
sambil terus menekan kepalanya. Dia terus menghisap dan menjilati n onokku. "Ines nyampe, isep tteerruuss n onok Ines" aku bergetar dan menggelinjang menikmati jilatan-jilatan lidahnya di n onokku.

Dia dan menaiki aku.. tangannya memegang k ontolnya dan mengarahkan ke n onokku. Ditekannya masuk. "k ontol mas enak banget sih. Oohh, entotin Ines mas " jeritku keenakan. Dia meremas pantatku dan tangannya yang satu lagi meremas toketku. Sebentar saja dienjot aku merasa sudah mau nyampe. "Ines udah mau nyampe, yang keras dong ngenjotnya, mas", kataku. Mas Adi mencabut k ontolnya, aku disuruhnya nungging dan k ontolnya kembali disodokkan ke dalam n onokku dengan keras, langsung ambles semuanya. Nikmat sekali rasanya. Kembali dia
mengenjotkan k ontolnya dari belakang keluar masuk n onokku dengan keras. Berulang kali dia mengenjot k ontolnya sehingga mentok di n onokku. "Nes. aku mau ngecret" jeritnya. "Bareng ya mas, Ines keluar", aku menjerit panjang sementara dia makin memperkeras enjotannya. Akhirnya "Nes, aku mau ngecret", jeritnya dan pejunya kembali muncrat, kali ini membanjiri n onokku. Aku telungkup dan dia menindihku. Lemes juga dientot pagi2 begini. Dia telentang, aku juga

Sambil berbaring aku menoleh ke arah mas Budi, sepertinya mas Budi belum tuntas ngentotnya, gak tau kalo Santi udah nyampe atau belum. Mas Budi sepertinya mau mulai menancapkan lagi k ontol besarnya ke n onok Santi yang terkapar di dipan. Dia meraba n onoknya dan sepertinya memainkan i tilnya. Santi berdesah gak karuan "Mas, jilat mas!" Mas Budi kemudian menjilat dan pastinya mengulum i tilnya. Santi ditunggingkan dan mas Budi berlutut di belakangnya dan menggesekkan k ontolnya ke n onok Santi."Mmaassuukkiinn mmaass", jeritnya saat k ontol mas Budi masuk ke n onoknya yang sudah basah."teruss mas teruss, entotin Santi terus". Mas Budi
menggenjot Santi dengan ritme teratur. Setelah beberapa lama dengan doggy style "Santi nyampe mas", jeritnya keenakan. Santi kemudian ditelentangkan dan mas Budi mengangkat kedua kakinya dan ditaruh dipundaknya. Dia kembali k ontolnya dan menggenjot Santi lagi. Santi kembali mendesah2. Mas Budi meremas toketnya yang montok dan Santi terus mendesah "Mas nikmat banget mas, terus enjot yang keras mas, aah", jeritnya lagi, rupanya Santi kembali nyampe. Cepet banget, pikirku. "Mas, nikmat banget ya ngentot sama mas, mana mas kuat banget ngentotnya.
Santi sudah berkali2 nyampe, mas belum ngecret juga", kata Santi sambil terengah2.

Mas Budi mencabut k ontolnya yang masih keras dan menghampiriku, kayanya dia pengen ngecret din onokku. Benar saja, aku yang sedang ditelentang langsung dinaikinya. Dia mengesek-gesekan k ontolnya di n onokku, langsung saja napsuku bangkit lagi "masukin mas, mmaasuukiin dong" desahku berulang kali. Dia membalikkan tubuhku dan sehingga aku tengkurap. Perut bawahku diganjang bantal yang ada di dipan, kakiku direnggangkannya dan dia langsung menusukkan
k ontolnya ke n onokku. "aahh mas, eennaakk bbaannggeett" desahku. Dia menggenjotnya semakin cepat. Karena napsuku sudah bangkit sejak aku nonton mas Budi ngentotin Santi, aku merasakan sudah akan nyampe. Dia terus memompa k ontolnya keluar masuk n onokku dengan cepat dan keras. "Terus mas, entot Ines yang keras mas, ach" desisku. Akhirnya aku nggak tahan lagi dan "Mas, Ines nyampee, aahh", jeritku, badanku sampe bergetar saking nikmatnya. Dia masih saja
menggenjot n onokku beberapa lamu, dan akhirnya , "Aahh, aku ngecret Nes". Terasa sekali semburan pejunya beberapa kali din onokku. Nikmat sekali rasanya. Mas Budi mengajakku masuk ke vilanya. "Mas, kok mas ngecretnya nggak di n onok Santi", tanyaku. "Yang pertama udah di n onoknya, jadi yang kedua aku ngecretin aja di n onok kamu", jawabnya. "Sekarang mau ngapain mas?" tanyaku. "istirahat sebentar ya, nanti kita main lagi", jawabnya sambil berbaring di sofa. Luar biasa staminanya, seperti gak ada puasnya. Aku mengambilkan minuman untuknya dan duduk
diubin disebelah sofa. Dia membelai2 rambutku, terus mengusap2 punggungku. Aku hanya menyenderkan kepalaku di dadanya, romantis sekali rasanya.

Sementara itu mas Adi dan Santi sudah menghilang, entah kemana. Tak lama kemudian mas Adi keluar dan memberitahu bahwa makan siang sudah siap. Rupanya dia mempersiapkan makan siang. Lauknya sate kambing dan ada 4 botol minuman energi. Ada 4 gelas es batu juga. "Wah mas, hot banget makanan dan minumannya", kataku. "Iya Nes, kan kita masih punya setengah hari lagi, biar kuat", jawab mas Adi. Kami segera menyantap makanan itu. Selesai makan, kita santai sejenak. Mas Adi sepertinya masih mau menikmati empotan memekku, mulai melancarkan aksinya. Sementara itu mas Budi membawa Santi ke kamar.

Mas Adi duduk di sofa dan mengajakku duduk disebelahnya. Kemudian diciumnya bibirku, aku membalas ciumannya dan menjulurkan lidahku ke dalam mulutnya. Dia mengemut lidahku dan tangannya sudah mulai meremas2 toketku, pentilku diplintir2nya. Diperlakukan seperti itu napsuku bangkit kembali, aku heran juga kenapa napsuku kali ini cepat sekali timbul. Pentilku diemutnya, " Mass terruss emut pentil Ines maasss, enak". Aku segera menyambar k ontolnya, kuremas2,
kukocok2 sampai akhirnya menegang lagi. "Mas, terusin diranjang yuk", kataku sambil bangun. Dia tidak membawaku ke kamar tapi menelentangkan aku di meja makan. "Buat variasi ya Nes", katanya sambil mulai mengelus i tilku. Pahaku otomatis mengangkang dan diletakkan dipundaknya ketika i tilku dikilik2 dengan jarinya. n onokku mulai basah lagi. "Mas, kalau gini terus Ines rasanya mau pingsan kenikmatan". Kemudian dia mulai menjilati n onokku. Dia tau kalo aku dijilat n onoknya pasti napsuku lebih berkobar2 lagi. "aduhhh aku nggak kuat, masss, masukkin mas". Aku mengangkat kakiku dan mengangkang lebar2. Dia segera mengamblaskan k ontolnya ke n onokku. n onokku berkedut2 ketika kemasukan k ontolnya yang besar keras itu. "Enjot yang keras mas", teriakku lagi. "Nes, n onok kamu ngempotnya kenceng banget, enak banget Nes", katanya sambil memompa k ontolnya keluar masuk n onokku, makin lama makin cepat. Akupun semakin aktif
memutar-mutar pinggulku mengiringi keluar masuknya k ontolnya di n onokku, kutekan pantatnya dengan kakiku yang melingkari pinggangnya dengan keras hingga k ontolnya rasanya masuk semakin dalam din onokku. "Enak mas", lenguhku lagi. Dia terus mengenjot sambil meremas toketku, sesekali dia mengemut pentilku. Nggak tau berapa lama dia mengentotiku, sampai akhirnya "Maas" jeritku sambil menjepitkan pahaku kuat2. k ontolnya terus disodokan makin cepat dan akhirnya..Crot.. croot.. croot.. Terasa sekali muncratnya pejunya din onokku. "Nikmat sekali mas".

Selesai permainan hot itu, aku menuju ke kamar mandi dan membersihkan diri dibawah shower. Tiba2 ada tangan yang memelukku, ternyata mas Budi. Dibawah shower kita saling berpelukan, saling menyabuni. toket dan k ontol menjadi sasaran, mulanya dielus, akhirnya diremes2. k ontolnya keras lagi karena terus saja kuremas dan kukocok. Dia duduk diatas toilet, k ontolnya sydah tegak mengacung keras. Aku duduk membelakanginya, kaki kukangkangkan dan mengarahkan k ontolnya
ke n onokku. Terasa sekali, perlahan k ontolnya mulai lagi menyesaki n onokku. Dia menyodokkan k ontolnya dari bawah keluar masuk n onokku. "Mas, enjot yang cepet mas", rintihku saking nikmatnya. Pinggulku kugoyang dengan liar mengiringi keluar masuknya k ontolnya di n onokku. Dia meremas2 toketku sambil menarik tubuhku kebelakang. Dia mencium bibirku dan aku membalas ciumannya. Cukup lama dia menyodok n onokku pada posisi itu sampai akhirnya dengan sodokan yang lebih cepat dan keras dia ngecret di n onokku. Akupun nyampe bersamaan dengan muncratnya pejunya. "Sst mas" jeritku dan dia memeluk aku dengan erat. Hingga beberapa saat
dia masih memelukku, aku menikmati sensasi itu dengan berciuman lembut. "Trim's ya mas, mas sudah membawa Ines ke surga kenikmatan, luar biasa weekend kali ini. Kapan2 Ines dientot lagi ya mas", kataku. "Tentu saja Nes, aku juga merasa nikmat sekali ngentotin kamu. n onok kamu jauh lebih nikmat dari n onoknya Santi, mana empotannya hebat lagi", katanya memujiku. "Adi juga bilang lebih nikmat ngentotin kamu, kayanya Adi mau ngentotin kamu lagi deh kapan2. Aku jadi punya saingan". "Kenapa saingan mas, Ines mau kok ngelayani mas berdua sekaligus. Ines pasti nikmat banget kalo diantri begitu", jawabku. Mas Budi sambil tersenyum "Hebat kamu Nes, pinter banget muasin cowok". Selesailah sensasi kenikmatan tukar pasangan.


1 comments:

Anonim mengatakan...

hebat karangan ceritanyaa

Poskan Komentar

 

©2009 Cerita Sex | by TNB